Monday, December 3, 2018

What I'am Doing Now

Hai! This Is Fira. 


Mulai hari ini, mungkin aku akan lebih aktif di blog ini hehehe. Why? Pertama, karena blog ini (masih) ads free, yang artinya belum ada tulisan review produk disini. Aku ingin mempertahakannya begitu, karena sepertinya menulis tulisan berbayar akan mengubah sudut pandang dan cara menulisku. Agar lebih bebas dalam menulis, maka postingan yang lebih banyak opini akan diposting disini.

Dan well, aku tidak perlu khawatir memikirkan reaksi pembaca di beberapa postinganku. Tidak perlu takut dibandingkan dan dipertanyakan, karena yang baca blog ini masih sedikit banget haha.

So, apa yang sedang kulakukan sekarang?


Kalau benar-benar sekarang, aku sedang ngetik postingan ini sambil mendengarkan podcast berjudul Declutter yang artinya remove unnecessary items from (an untidy or overcrowded place) alias menyingkirkan barang-barang yang tidak berguna. Podcast, fyi, adalah file audio digital, kayak siaran radio tapi mereka merekam suara pertopik. Aku mendengarkan podcast Declutter dari The Minimalist lewat spotify.

Hasil gambar untuk the minimalist spotify
Dengar podcastnya disini


Untuk apa yang benar-benar sedang kukerjakan setahun ini, aku seharusnya mengerjakan skripsi. But, aku benar-benar stuck dengan tugas ini, merasa tidak percaya diri dan takut mengerjakanya. I don't know, memikirkannya saja membuatku cemas. Hal ini sudah terjadi sejak setahun lalu. Kemudian aku mencoba mencari kesibukan baru karena aku takut jadi depresi menghadapi hal ini. Aku tidak mau bengong dirumah tanpa mengerjakan apa-apa, jadi aku mulai aktif di blog. Di blog firafirdaus's, aku sudah bikin lebih dari 100 postingan tahun ini *yeaaaay*. Kemudian aku punya 2 blog baru, satu untuk travel dan kuliner, satu untuk curhat seperti ini.

Bukan cuma curhat sih, aku pengen bikin artikel kesehatan, tapi karena kurang mahir dan selama ini aku lebih fokus ke 'kuantitas' daripada kualitas, akhirnya postingannya membosankan dan acak-acakan haha.

//not to mention dua minggu ini aku cuma ngeshare postingan youtube di blog haha//

Lanjut, jadi selama 2018 ini daripada mencari tahu bagaimana menyelesaikan skripsi, aku lebih banyak belajar bagaimana marketing media sosial, mencari relasi di bidang ini dan memperbanyak postingan, berharap DA/PA akan meroket.

But, aku tertampar kenyataan bahwa hidup sebagai blogger dan buzzer tidak selamanya menyenangkan seperti yang biasa blogger profesional (dan amatir) share di media sosial mereka. Behind the scene-nya membuatku frustasi, dan kadang berpikir, ini bukan tempatku.

Aku biasa membagikan hal-hal menyenangkan dan menyuarakan apa yang tidak kusukai. Aku suka melucu, dan membagikan hal yang agak kontrofersi. Tapi dewasa ini, aku merasa terbatas melakukan hal-hal tersebut.

Hehehehehe. Bukan karena ngebuzzer aja sih, tapi juga dipengaruhi proses 'pendewasaan' yang sedang kualami.

pEnDEwasAAn

halah fir

And so, aku sekarang bertekad untuk membatasi diri agar tidak mengambil terlalu banyak job dan fokus dengan tiket-menuju-kebebasanku yaitu lulus dari fakultas kedokteran.

Semakin dipikir, rasanya hanya itulah satu-satunya jalan yang bisa kutempuh agar bisa bebas dari rumah, dan bebas dari beban kuliah. Menjadi orang dewasa, bukan anak-anak yang tinggal dirumah orangtuanya sepanjang waktu.

Aku tidak bisa terus-terusan kabur dan mencari tempat untuk ngeblog kalau orangtuaku tidak mendukung. Pun, aku tidak punya cukup uang untuk mendukung egoku. Aku harus bisa menyelesaikan tahapan ini. Aku juga ingin meraih kebahagiaanku sendiri.

Well, that's what I'm doing now. Nulis blog, mencari inspirasi untuk merapikan struktur hidupku. Aku benar-benar kacau sekarang. Membuat mama ikutan frustasi. Aku bangun tiap pagi tanpa semangat, karena aku merasa tidak ada hal yang benar-benar aku harus kerjakan di pagi hari. Pergi ke kampus tanpa tujuan, lalu pulang kerumah dan menghindar dari mama dan abah agar tidak ditanya soal skripsi, kemudian tidur larut, karena aku begitu kecanduan dengan media sosial.

Jangan jadi sepertiku. Nggak enak. Kecuali kamu didukung dan punya tekad yang kuat untuk melakukan apa yang kalian suka, lakukanlah. Apalagi untuk masalah media sosial. Aku benar-benar terjerat dengan media sosial. Entah itu instagram, twitter, youtube, facebook. Menghancurkan timing dan karakter. Aku mungkin akan hiatus sosial media, setidaknya tidak ketika aku sedang berkerja.

We are fighting with technology
Searching pixel for meaning, when there is countless reason on the side of the screen
The minimalist podcast 002 | Technology