Thursday, December 6, 2018

Menjadi Mahasiswa Semester Akhir..

Hai! This is Fira!

Meskipun maksimal semester yang diizinkan adalah 14 semester (setahuku), tapi menghadapi semester 10 nyatanya membuatku ciut juga.

Hi fir,  u know, Isa dan Uci sudah setahun lho di koas. Kamu sudah buat progress apa?

Emm.. aku jadi pekerja part-time sebagai blogger, ngebuzzer beberapa brand, buka jasa edit jurnal dan tugas orang.

Lalu, apa kamu sudah puas dengan penghasilanmu?

Puas sih karena bisa foya-foya beli album kpop. Tapi ternyata angkanya tidak seberapa untuk meyakinkan mama dan abah buat drop-out, haha.


Yes, aku sempat kepikiran drop-out. Skripsi benar-benar menjatuhkan mentalku dan bikin aku berpikir tidak ada lagi harapanku untuk maju jadi dokter. Aku takut naskahku dibilang plagiat penelitian kakak tingkat, karena aku tidak bisa memikirkan metode penelitian lain untuk melanjutkan penelitian mereka. Aku takut naskah yang kubuat ternyata punya lubang sana sini, dan aku takut semuanya mengharapkan banyak karena tahu aku biasa menulis.

Well, akar masalahnya mungkin ketika aku dengan percaya diri bilang bakal melanjutkan penelitian kakak tingkat. Kepercayaan diriku turun perlahan-lahan, haha. Bahkan teman-teman yang maju proposal lebih lambat dariku sudah mulai menyusun hasil.

.

Akhir-akhir ini, mama dan abah benar-benar sudah tidak sabar menghadapiku yang pengecut ini. Biasanya mereka tidak pernah ikut campur dengan tugas kuliahku, karena mereka juga tidak mengerti topik masalahnya. Namun sekarang mereka menuntutku untuk cepat selesai, membandingkan dan menganggap enteng etik 'kenapa bisa berhari-hari sih ngisi formulir doang?' tanya Abah.

Aku nggak berani bilang kalau sebenarnya mengerjakan skripsi saja aku mau muntah.

Aku juga nggak berani minta pertolongan teman. Mereka punya urusan masing-masing. Aku harus berjuang. Tapi kalau ditekan begini rasanya otakku bisa pecah.

Harusnya aku ikut Bella bikin skripsi tentang Jiwa.

.

Anyway, selain kesulitan mengerjakan skripsi, aku juga takut dengan kehidupan koas. Selama setahun ini aku sudah amat banyak lupa dengan istilah medis dan nilai normal. Apalagi nama-nama penyakit dan terapinya. Aku ingin segera koas, tapi aku takut tidak bisa memberikan performa terbaikku. Banyak sekali uang yang dibutuhkan untuk koas.

Ditambah lagi cerita-cerita teman yang sudah koas, bilang kalau sesama teman angkatan saja bisa clash, apalagi dengan senior. Anak serampangan sepertiku apa bisa bertahan di kehidupan koas.

.

Takut, takut, takut. Selama ini aku lari ke media sosial, youtube, viu, webtoon. Itu saja seharian, membuatku melupakan semua ketakutan. Aku ingin waktu berhenti di 2018 ini, tapi sepertinya mustahil.

Sekarang aku sudah menguninstall semua pengalihan tadi. Lumayan efektif sih karena aku jadi SANGAT BOSAN saat memegang hape. Apalagi yang bisa kulakukan? Cuma mengirim pesan whatsapp dan mengurusi jualan di shopee. Selebihnya.. tak ada~

Apa aku juga perlu nonaktifkan blogger supaya aku lebih fokus menulis skripsi? Hem, mungkin tidak untuk blog at the end ini. Tulisan sebelumnya belum ada yang baca, persis seperti yang kuinginkan. Hanya ada aku dan keputusasaanku, aku dan kepesimisanku, aku dan harapanku.

Semoga besok lebih baik.

Bye~