Thursday, September 20, 2018

Mengenal Diabetes Melitus


Halo!

Hari ini aku mau bahas tentang Diabetes Melitus. Penyakit ini akrab disebut dengan "kencing manis", karena salah satu gejalanya yaitu ditemukannya gula dalam air kencing. Singkatannya DM, bukan direct message-nya twitter yah (aduh mencoba melucu tapi garing XD). Penyakit ini adalah penyakit yang kujadikan topik dalam skripsi, jadi ya sekalian bahas nih di blog yaa.

Diabetes merupakan salah satu ancaman kesehatan manusia di abad 21. Pada tahun  2015 terdapat sekitar 415 juta penduduk di seluruh dunia menderita DM. Indonesia menempati tujuh terbesar di dunia dengan penderita DM sebanyak sekitar 10 juta penduduk Indonesia mengalami diabetes. Hal ini diperkirakan akan meningkat hingga 16,2 juta jiwa pada tahun 2040 (IDF, 2015). Bedasarkan jenis diabetes yang tejadi, diabetes tipe 2 merupakan diabetes dengan persentase terbesar yaitu 90% (RISKESDAS, 2013).

Diabetes Melitus (DM) didefinisikan sebagai suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia alias jumlah gula darah berlebih yang dapat terjadi karena kelainan tubuh saat menghasilkan insulin, kelainan kerja insulin atau kedua-duanya. Kurangnya insulin menghasilkan peningkatan dari konsentrasi gula dalam darah, sehingga menyebabkan kerusakan banyak sistem organ, biasanya pada pembuluh darah dan saraf.

Mitos dan Fakta Diabetes
Wih, banyak ya. Peningkatan tadi dipengaruhi oleh pola hidup kita yang makin berubah, lebih banyak makan karbohidrat (nasi, mie, roti, pempek, tekwan... hehe) tanpa disertai dengan olahraga. Lama kelamaan tubuh kita akan resisten pada insulin dan menyebabkan gula berlebih tadi tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya. Tidak bisa jadi energi, beredar bebas dalam tubuh gitu. Kemudian dapat dilihat peningkatan jumlah gula darah di pembuluh darah dan dalam urin.

Pasien diabetes melitus tipe 2 mungkin tidak memperlihatkan gejala apapun, tidak seperti ketika flu maka langsung demam, atau ketika radang tenggorokan jadi batuk. Pada diabetes melitus, gejala dapat terlihat ketika kadar glukosa darah tinggi dan sudah terjadi lama tanpa adanya usaha modifikasi gaya hidup. Pasien akan merasakan peningkatan jumlah urin, rasa haus dan lapar yang berlebihan, lemah dan cepat mengantuk.

Sebenarnya menarik sekali membahas efek gula ini, tapi mungkin akan kujelaskan di postingan


terpisah karena bakal panjang~
Kaki penderita diabetes yang luka-nya tidak dirawat dengan baik

Kondisi penyakit diabetes melitus biasanya baru mendapat perhatian dari pasien ketika sudah terjadi
komplikasi. Seperti neuropati/kerusakan pada saraf, gangguan aliran darah seperti stroke dan serangan jantung, juga kerusakan pembuluh darah tepi. Pada tubuh pasien diabetes, biasanya jika terjadi infeksi akan sulit disembuhkan sehingga berakibat pada busuk pada bagian yang luka. Amputasi dapat terjadi jika bagian tubuh yang luka tidak dirawat dengan baik.

Bahaya DM yang tidak terkontrol

Diabetes melitus adalah penyakit kronik, alias perjalanan penyakitnya terjadi dalam waktu yang lama. Maka dari itu, jika kita mengubah pola hidup dari sekarang, maka kemungkinan terkena penyakit ini akan semakin rendah. Kurangi konsumsi gula berlebih (bukannya tidak makan gula sama sekali loh ya, kita juga butuh gula untuk bisa beraktivitas seharian. Nanti akan kubahas kondisi penurunan gula darah di postingan lain) dan olahraga teratur. Simple, kan?

Hidup sehat tanpa diabetes!



Ayo hidup sehat sampai tua! :D

Sumber :
  1. WHO
  2. PERKENI, 2015. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan DM Tipe 2 di Indonesia. Jakarta: PERKENI.
  3. Depkes, 2014.InfoDatin Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. [Online].
  4. Facebook p2ptmkemenkesRI 
  5. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI, 2013. Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI.