Thursday, September 20, 2018

4 Tips Untuk Mengalahkan Rasa Pedas



Halo!

Zaman sekarang, kuliner pedas selalu punya daya tarik tersendiri dibandingkan kuliner lainnya. Bisa kita lihat dari banyaknya tempat makan yang menggunakan kata "pedas" dengan majas hiperbola seperti "pedas mampus" atau "pedas nuklir" agar menarik perhatian pembeli. Berbagai rasa dan level cabe disediakan, menantang para penggemar pedas untuk menguji keberanian.

Selain enak dan menantang, makanan pedas juga punya manfaat loh. Cabe dapat memberikan rasa panas dan pedas karena mereka mengandung kapsaisin. Zat ini menyebabkan iritasi pada mamalia, termasuk manusia, dan menghasilkan sensasi terbakar (pedas) dijaringan manapun yang bersentuhan dengannya. Makanan pedas menaikkan temperatur dalam tubuh sehingga meningkatkan pembakaran kalori (jadi bisa langsing dong, ehehe), juga membuat kita mengonsumsi 75 kalori lebih sedikit daripada setelah memakan makanan yang tidak pedas.


Beberapa studi menyebutkan bahwa agen bioaktif cabe ini memiliki manfaat pada obesitas, masalah kardiovaskular dan pencernaan, beberapa jenis kanker, dan masalah kulit.


sumber : pixabay
Tapi tidak semua orang tahan pedas. Atau, ada juga yang tahan pedas, tapi ketika makan makanan yang levelnya terlalu tinggi, jadi tidak tahan. Ada juga yang setelah makan pedas jadi sakit perut, padahal hal-hal tersebut bisa dicegah dengan menerapkan tips-tips dibawah ini:

Baca juga : Samyang vs Gekikara Premium Ramen

1. Ketahui Ketahanan Pedasmu

Kamu paling tahu ketahanan pedasmu. Kalau tidak terbiasa makan pedas, jangan asal sambar aja maicih level 10 XD. Tingkatkan ketahanan pedasmu secara bertahap, sedikit-sedikit tambahkan cabe saat makanan. Mulanya secuil cabe pada somay favoritmu, lama kelamaan makin percaya diri untuk bilang "2 sendok mang!". Dari sambal sachet kaepci ke sambal merah warung makan padang sampai ke semangkuk seblak dengan kuah merah membara XD.

Dengan meningkatkan ketahanan pedasmu, kamu dapat mencoba lebih banyak makanan pedas!

2. Pemilihan Waktu Makan Makanan Pedas

Jangan makan makanan pedas dalam keadaan perut kosong, apalagi bagi yang punya riwayat gangguan pencernaan seperti tukak lambung, sindrom iritasi usus dan lainnya. Dianjurkan untuk makan makanan yang tawar dulu, baru kemudian memakan makanan yang pedas. Misalnya oatmeal, pisang dan roti.

Selain itu, tidak disarankan untuk makan makanan pedas dimalam hari sebelum tidur. Paling tidak dijeda dulu 3 jam sebelum tidur, karena makan pedas sebelum tidur akan meningkatkan resiko refluks asam lambung dimalam hari, dimana isi perut mengalir ke kerongkongan saat berbaring.

3. Minum susu, bukan air putih!

Sedia susu sebelum bertarung melawan pedas! Hehe.
Kesalahan besar seseorang saat kepedasan adalah minum air putih. Kenapa? kapsaisin yang tadi aku jelaskan, adalah zat nonpolar, yang tidak bisa dicampur air, persis seperti minyak. Jadi ketika badanmu sudah tidak kuat menahan pedas dan panas, rasa tersebut tidak akan sembuh hanya dengan meminum air karena kapsaisin tidak larut. Bahkan, air putih bisa membuat kapsaisin bisa merata di dalam rongga mulut.

Cara terbaik menghilangkan pedas adalah melawannya dengan lemak atau minyak. Bukan minum minyak kayak iklan-iklan di tv XD Kebanyakan woy! Haha. Tapi dengan meminum minuman yang mengandung lemak, seperti susu dan kawan-kawannya. Kasein (protein dalam susu) menurut American Chemical Society dapat membantu membuka ikatan kapsaisin di reseptor saraf. Produk susu lainnya seperti yoghurt juga dapat meredakan panas, dapat menjadi alternatif penolong disaat darurat.

Darurat pedas maksudnya XD

4. Makan makanan pedas bersama makanan lainyang mengurangi tingkat kepedasan.


Saat menantang pedas, beberapa makanan mungkin dapat membantu meningkatkan ketahanan terhadap pedas. Terutama yang dapat menyerap lemak. Makanan berserat (strachy), termasuk roti, biskuit atau kentang, adalah beberapa jenis makanan yang dapat menyerap kapsaisin.

Selain itu, dapat juga mencampur makanan pedas dengan bahan makanan yang punya rasa yang kuat seperti lemon dan cilantro (daun sop kalau di Bengkulu mah), keduanya memiliki efek menyegarkan dan dapat melawan rasa pedas. Makanan lain seperti sayur dan daging juga dapat mengurangi rasa pedas.

Gula/makanan manis lainnya seperti cokelat juga dapat membantu menurunkan panas dari makanan pedas. Satu sendok gula atau sepotong cokelat dapat meredakan rasa pedas yang keterlaluan dari makanan pedas yang dimakan. Aku pribadi selalu sedia susu cokelat setiap makan makanan pedas. Campuran dari lemak di susu juga gula membuat rasa pedas berangsur-angsur hilang dengan sendirinya.

Kalau sudah paham 4 tips ini, dijamin makan makanan pedas jadi lebih nikmat! :D

Nyeblak yukkk
Sumber :
  1. Ludy MJ, Mattes RD. The effects of hedonically acceptable red pepper doses on thermogenesis and appetite. Physiol Behav 2011: 102 (3-4):251-8
  2. Nilius B, Appendino G. Spices: the savory and beneficial science of pungency. Rev Physiol Biochem Pharmacol2013;164:1-76.
  3. Sharma SK, Vij AS, Sharma M. Mechanisms and clinical uses of capsaicin. Eur J Pharmacol2013;720:55-62.
  4. Luo XJ, Peng J, Li YJ. Recent advances in the study on capsaicinoids and capsinoids. Eur J Pharmacol2011;650:1-7.
  5. https://www.medicaldaily.com/dont-feel-burn-5-best-remedies-cool-your-tongue-after-eating-spicy-food-279930
  6. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peptic-ulcer/basics/definition/con-20028643
  7. https://www.huffingtonpost.com/2014/02/28/spicy-foods-help-lose-weight_n_4855955.html
  8. https://www.besthealthmag.ca/best-eats/healthy-eating/why-spicy-food-is-good-for-you/#Y4sE2oDd5eKJBlwr.97